Pages

Ads 468x60px

Rabu, 03 April 2013

PENGETAHUAN METAKOGNITIF (Istilah Baru Dalam Kurikulum 2013)



Oleh; Drs. Saiful Amin, M. Pd.*

Kalau kita menyimak secara jeli draft kurikulum 2013, banyak ditemukan hal-hal baru. Salah satunya adalah pengetahuan metakognitif. Dalam kurikulum Kompetensi Berbasis Kompetensi (KBK) sebelumnya dikenal empat jenis pengetahuan yaitu fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Tetapi dalam draft kurikulum 2013, pengetahuan prinsip tidak tercantum dan malah muncul pengetahuan metakognitif.
 


Pengertian Pengetahuan Metakognitif

Metakognitif merupakan bagian dari memonitor diri terhadap pengetahuan pribadi. Monitoring mengacu pada cara guru mengevaluasi apa yang telah kita ketahui dan belum kita ketahui. Proses-proses yang terlibat dalam monitoring tersebut meliputi:
1)      Pertimbangan permudahan belajar (easy of learning judgements)
2)      Pertimbangan perasaan mengetahui (feeling of knowing judgements)
3)      Pertimbangan hasil pembelajaran (judgements of goal learning)
4)      Keyakinan terhadap jawaban-jawaban yang diingat (confidence of retrived answered)
Pengetahuan metakognitif adalah pengetahuan tentang kognisi secara umum dan kesadaran akan serta penetahuan tentang kognisi diri sendiri. Pengetahuan metakognitif meliputi penegetahuan umum yang dapat diapakai untuk beragam tugas, kondisi-kondisi yang memungkinkan pemakaian stretegi, tingkat efektivitas stretegi, dan pengetahuan diri (self-knowledge). Siswa yang memiliki pengetahuan kognitif berarti mengetahui bermacam-macam strategi untuk menyelesaikan tugas-tugas belajarnya. Misalnya siswa diberi tugas membaca. Siswa yang mempunyai pengetahuan metakognitif mengetahui bermacam-macam strategi untuk memonitor dan mengecek pemahaman mereka saat membaca. Siswa juga mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka dalam membaca serta mengetahui motivasi mereka untuk menyelesaikan tugas membaca tersebut.
Contoh lain, misalnya siswa akan menghadapi ulangan dalam bentuk tes pilihan ganda. Siswa yang mengetahui pengetahuan metakognitif, mengetahui bahwa untuk menyelesaikan soal pilihan ganda, mereka hanya perlu menegenali jawaban yang tepat dan tidak perlu mengingat kembali informasi secara rinci seperti yang dibutuhkan dalam soal uraian. Pengertahuan kognitif ini akan mempengaruhi persiapan siswa tersebut dalam menghadapi ulanagn harian.

Jenis-Jenis Pengetahuan Metakognitif

Anderson dan Kratwohl mengklasifikasikan pengetahuan metakognitif menjadi tiga jenis yaitu:
1)      Pengetahuan strategis
Pengetahuan strategis adalah penegtahuan tentang strtegi-strategi belajar dan berpikir serta pemecahan masalah.
Contohnya:
a.  Pegetahuan tentang mengulang-ulang informasi merupakan salah satu cara unuk menanamkan informasi
b. Pengetahuan bahwa beraneka strategi mnemonic mempermudah mengahafal (misalnya untuk menghafal warna pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu menggunakan akronim “mejikuhibiniu”)
c.  Pengetahuan tentang berbagai strategi elaborasi sperti memparafrase dan merangkum
d. Pengetahuan tentang berbagai strategi pengorganisasian seperti menuliskan garis-garis besar dan menggambar diagram
e.  Pengetahuan untuk mererncanakan strategi seperti  merumuskan tujuan membaca, pengetahuan tentang strategi-strategi pemahaman dan pemonitoran seperti mengetes diri sendiri dan mengajukan pertanayaan kepada diri sendiri.
 
2)      Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif
Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif adalah pengetahuan tentang kapan menggunakan strategi belajar, berpikir, dan pemecahan masalah pada kondisi dan konteks yang tepat.
Contohnya:
a.  Pengetahuan baha tugas mengingat kembali (misalnya soal jawaban singkat) berbeda dengan tugas mengenali (misalnya soal pilihan ganda)
b.   Pengetahuan bahwa buku sumber lebih sulit dipahami daripada buku teks atau buku populer
c. Pengetahuan bahwa buku strategi elaborasi seperti memparafrase dan mernagkum dapat membuahkan pemahaman yang mendalam
d.   Pengetahuan tentang norma-norma sosial, lokal dan umum, konvensional dan kultural untuk bagaimana, kapan, dan mengapa menerapkan strategi tertentu.

3)      Pengetahuan diri
Pengetahuan diri adalah pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri
Contohnya:
  1. Pengetahuan bahwa dirinya mempuyai pengetahuan yang mendalam pada satu bidang, tetapi tidak mendalam pada sebagian bidang yang lain.
  2. Pengetahuan bahwa dirinya cenderung mengandalkan strategi kognitif tertentu dalam situasi tertentu
  3. Pengetahuan yang akurat tentang kemampuan sendiri untuk menyelesaikan tugas tertentu
  4. Pengetahuan tentang minat pribadi pada tugas tertentu
  5. Pengetahuan tentang keputusan pribadi tentang manfaat suatu tugas

Penutup

Sebagai guru, memahami jenis-jenis pengetahuan metakognitif adalah penting. Tetapi lebih penting lagi adalah mengajarkan pengetahuan ini kepada peserta didik mengingat banyak siswa masih sangat lemah dalam pengusaan pengetahuan metakognitif ini. Pengetahuan metakognitif juga bermanfaat bagi siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau terjun ke masyarakat. Karena dengan pengetahuan metakognitif, mereka mempunyai bekal untuk menghadapi dan memecahkan masalah-masalah yang dijumpainya.

*Kepala SMPN 2 Ploso – Jombang dan Pembina MGMP mata pelajaran IPS
Comments
6 Comments

6 komentar:

genfruz.us mengatakan... Reply Comment

Wah, nambah info nih

kurikulumnya sudah di terapkan di mana saja bung?

Yogi Cahya mengatakan... Reply Comment

@genfruz.us:
belum diterapkan mas,,masih dalam proses penyempurnaan

Evans J-fors mengatakan... Reply Comment

Gan ini FollowBalik dari http://rezprector.blogspot.com/ makasihya atas kerjasamanya

Daniel mengatakan... Reply Comment

Blogg nya masi Yogie bagus juga, perbanyak aja artikel nya mas:)

yogi cahya bagus pambudi mengatakan... Reply Comment

@Evans J-fors: iya mas. terimaksih banyak. semoga bermanfaat :)

yogi cahya bagus pambudi mengatakan... Reply Comment

@Daniel: jarang ada waktu luang mas. maklum lagi skripsi,,hehe

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...